TEMPO.CO, Teheran – Iran dan enam negara besar yakni Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Cina, Prancis, dan Jerman, telah mencapai kesepakatan mengenai masalah nuklir di Iran. Kesepakatan yang dibuat pada November 2013 tersebut akan mulai diberlakukan pada 20 Januari 2014.
Dalam kesepakatan itu, Iran akan menerima angsuran bantuan dana luar negeri senilai US$ 550 juta (Rp 6,5 triliun) dari total US$ 4,2 miliar (Rp 49,7 triliun) pada 1 Februari mendatang.
Kesepakatan yang pertama kali diumumkan oleh pejabat Iran tersebut menyatakan bahwa Iran setuju untuk menahan program nuklirnya selama 6 bulan. Hal ini juga merupakan pengganti bagi sanksi ekonomi terhadap negara Timur Tengah tersebut.
Seperti dikutip Sydney Morning Herald, dengan kesepakatan ini, berarti Iran akan membatasi pengayaan uranium, termasuk mengimpor sektor manufaktur otomotif serta perdagangan emas dan logam mulia lainnya.
Meski banyak yang menilai buruk kesepakatan ini, ketujuh negara yakin kesepakatan ini akan menjadi awal yang baik bagi dunia. Presiden AS, Barrack Obama, pun menyatakan kesepakatan ini merupakan kemajuan yang nyata di masa depan.
»Saya tidak punya ilusi tentang betapa sulitnya mencapai tujuan ini. Namun, dem keamanan dan perdamaian dunia, sekarang merupakan waktu yang tepat untuk berdiplomasi," kata Obama.
ANINGTIAS JATMIKA | SYDNEY MORNING HERALD
Berita lain:
Israel Digeruduk 30 Ribu Pencari Suaka Afrika
Puluhan Migran Afrika Minta Suaka Israel
Israel Sudah Bersiap Makamkan Ariel Sharon
Muasal Julukan 'Jagal dari Beirut' Ariel Sharon
Ariel Sharon Alami Gagal Organ Tubuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar