Jakarta (Antara) - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan tidak terlalu yakin harga saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menurun di pasar modal terkait dengan rencana akuisisi PT Pertamina (Persero) atas perusahaan gas tersebut.
"Saya rasa justru memandang rencana aksi korporasi itu bakal membuat saham PGN menguat," kata Dahlan, usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pemeriksa Keuangan soal pelaporan informasi dii Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat.
Menurut Dahlan, tentu pemikiran para pelaku pasar modal tidak seperti yang dibayangkan masyarakat pada umumnya.
"Pasar modal memang karakteristiknya demikian, harga selalu naik ataupun turun. Tapi orang pasar modal itu selalu memiliki harapan baru bahwa saham terus menguat," ujarnya.
Dengan begitu kata mantan Dirut PT PLN ini, dirinya tidak sepenuhnya meyakini harga saham PGN terus merosot.
"Soalnya (rencana) aksi korporasi tersebut di satu sisi tidak akan mengurangi jumlah dan nilai saham yang dimiliki masing-masing pemegang saham," tegas Dahlan.
Sebelumnya Kementerian BUMN sudah menunjuk PT Bahana Securities dan PT Danareksa Sekuritas untuk membuat kajian atas rencana penyatuan bisnis gas PT Pertamina dan PT Perusahaan Gas Negara.
Untuk melaksanakan akuisisi tersebut terdapat dua ide, yaitu (dua tahap) pertama PGN membeli PT Pertagas (anak usaha Pertamina di bidang gas), kemudian tahap kedua, PGN dibeli PT Pertamina.
Sementara jika menempuh opsi kedua (satu tahap), maka Pertamina bisa langsung membeli PGN, atau dengan kata lain tidak perlu dua tahap, dan lebih maksimal.
Meski begitu rencana akuisisi tersebut telah mengundang perhatian publik yang mengkhawatirkan terjadinya dampak penurunan terhadap harga saham PGN.
"PGN tetap eksis sebagai perusahaan energi terbesar di Indonesia. Karena PGN punya otonomi khusus karena perjanjiannya ada saham Merah Putih di PGN," ujarnya.
Dahlan menggambarkan, seandainya akuisisi benar terjadi maka tidak akan mengurangi kepemilikan dari sisi jumlah dan harga.
"Kalaupun itu terjadi (akuisisi) paling prosentasenya saja yang turun. Pilih mana prosentase turun tapi nilainya kecil atau nilainya naik tapi prosentasi kepemilikannya turun" ujar Dahlan.
Untuk itu, pria kelahiran Magetan, 17 Agustus 1951 ini pun meyakini bahwa akuisisi tersebut tidak akan berpengaruh negatif terhadap saham PGN.
"Jadi...lihat saja perkembangannya," ujarnya.
Menurut data Bursa Efek Indonesia, harga saham PGN pada perdagangan sesi siang ditutup pada level Rp4.290 per lembar, naik 30 poin dibanding penutupan Kamis (16/1) sebesar Rp4.260 per lembar.(rr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar