TEMPO.CO, Bangkok - Aparat akan mengambil tindakan tegas jika massa pengunjuk rasa mengganggu operasional bandara Bangkok. Pimpinan Departemen Penerbangan Sipil, Worajed Harnaprasert, menyatakan aparat akan bertindak jika pendemo di luar kantor Aerothai mulai bertindak di luar kendali.
Menurutnya, bagi pendemo yang berani menyabot fasilitas bandara, maka akan langsung dihadapkan dengan ancaman hukuman hingga 15 tahun penjara dan denda 30 ribu Baht.
Peringatan itu disampaikannya setelah massa pendemo dari Jaringan Rakyat dan Mahasiswa untuk Reformasi Thailand (NSPRT) mengancam akan memblokade jalan masuk Aeronautical Radio of Thailand (Aerothai) jika Perdana Menteri Yinluck Shinawatra tak mengundurkan diri. Aerothai bertanggung jawab atas pengaturan lalu lintas udara di Thailand.
Dalam dunia penerbangan sipil, peran Aerothai sangat vital. Lembaga ini mengatur komunikasi antara pilot dengan petugas di menara kontrol selama aktivitas penerbangan. Kantor pusat mereka di Soi Ngan Dupli di distrik Sathorn merupakan pusat jaringan bagi sistem komputer yang berkitan dengan pengaturan lalu lintas udara di seluruh Thailand.
Menteri Transportasi sementara, Chadchat Sittipunt juga mengimbau pendemo untuk turut mengamankan Aerothai. "Memblokade Aerothai tak akan berdampak bagi mundurnya pemerintah sementara, tapi sebaliknya mengancam keselamatan penerbangan," katanya.
BANGKOK POST | TRIP B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar