TEMPO.CO, Diego Garcia – Sejumlah lembaga hak asasi manusia mendesak Menteri Luar Negeri Inggris William Hague untuk memberikan klarifikasi atas informasi bahwa Diego Garcia telah digunakan oleh badan intelijen Amerika Serikat, CIA, sebagai penjara rahasia. Dieog Garcia merupakan wilayah teritori Inggris.
»Kami perlu klarifikasi secepatnya yang menyatakan bahwa klaim mengenai tempat ini menjadi lokasi penyiksaan CIA adalah menyesatkan," kata Cori Crider, Direktur Reprieve, lembaga non profit di bidang penegakan hukum, seperti dikutip dari Rusia Today, Minggu 13 April 2014.
Tuduhan yang menyebutkan Diego Garcia sebagai »area gelap" muncul setelah adanya laporan dari Komite Intelijen Senat AS yang menyatakan Inggris dan AS bekerja sama menjadikan penjara Diego Garcia sebagai tempat tahanan tersangka tanpa akuntabilitas.
Reprieve juga mewakili Abdel Haki Belhaj, komandan militer pemberontak dan oposisi pemimpin Libya Mohamad Khadafi. Ia pernah ditangkap di Malaysia dan diserahkan ke Libya, setelah sebelumnya dibawa ke Diego Garcia untuk dipenjara dan disiksa selama hampir 6 bulan.
Sebelumnya, Belhaj tidak tahu di mana ia ditahan dan disiksa sampai akhirnya ia diberitahu oleh Kepala intelijen Libya Moussa Koussa saat diinterogerasi di sebuah penjara tak jauh dari Tripoli Libya. Belhaj mengklaim Inggris telah membantu AS untuk mengatur semua penangkapan dan penyiksaan atas dirinya.
Namun, pengadilan Inggris memutuskan bahwa Belhaj tidak bisa melakukan tuntutan atas masalah ini karena dianggap akan merugikan kepentingan nasional. Kasus ini juga dianggap akan membahayakan hubungan internasional Inggris.
Atas dasar itulah, banyak pihak yang akhirnya menuntut transparansi dari pemerintah Inggris untuk mengusut peran Inggris dalam urusan kotor semacam ini. Meski selama bertahun-tahun Inggris secara konsisten membantah bahwa mereka terlibat atau pernah terlibat dalam penahanan sejumlah tawanan CIA di Diego Garcia.
Nama Diego Garcia, sebuah pulau di wilayah Samudra Hindi, mencuat ketika dikaitkan dengan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu. Banyak spekulasi yang mengatakan bahwa pesawat tersebut telah dibajak dan mendarat di Diego Garcia. (Baca: Kata Amerika Soal Isu MH370 Raib di Diego Garcia)
Amerika Serikat, yang mendirikan markas militer gabungan bersama Inggris di pulau langsung membantah kabar ini. »Tidak ada petunjuk yang mengatakan MH370 terbang berdekatan dengan Maladewa ataupun Diego Garcia," kata juru bicara Kedutaan AS di Kuala Lumpur.
ANINGTIAS JATMIKA | RUSIA TODAY
Terpopuler
Tim Pencari MH370 Mulai Menyerah
William-Kate Middleton Isyaratkan Ingin Punya Anak Lagi
Penjualan Tank Jerman ke Arab Saudi Mungkin Batal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar