Selasa, 08 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Pilot AS Desak Maskapai Pakai Teknologi Satelit  

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
At Home Yoga Retreat

Everything you need to enjoy a weekend yoga retreat in your own home!
From our sponsors
Pilot AS Desak Maskapai Pakai Teknologi Satelit  
Apr 8th 2014, 06:09

TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Pilot Amerika Serikat meminta pemerintah mewajibkan maskapai penerbangan menggunakan teknologi satelit yang memantau keberadaan pesawatnya terus-menerus. Usulan itu muncul dari kasus pesawat Malaysia Airlines (MAS) yang hilang sejak 8 Maret 2014 dan hingga saat ini belum ditemukan. (Baca: Firma Hukum Amerika Minta Bukti MH370 Cacat)

"Penerapan teknologi seperti ADS-B dan penggunaan satelit yang mengawasi pesawat selama penerbangan harus menjadi standar di industri penerbangan," kata Air Line Pilots Association yang berbasis di AS dalam pernyataannya, Sabtu, 5 April 2014. (Baca: MH370 Terkuak Jika Kotak Hitam Tersambung Satelit

Teknologi yang ada saat ini memungkinkan otoritas pengendali penerbangan melacak pesawat yang melintas lautan atau wilayah terpencil melalui suara berbasis satelit dan layanan komunikasi. Maskapai harus berlangganan untuk mendapatkan fasilitas itu. Sayangnya, tidak ada kewajiban sehingga kebanyakan maskapai enggan menyewa karena dapat mengurangi keuntungan perusahaan. 

ADS-B adalah perangkat navigasi satelit yang mampu menghubungkan ke Global Positioning System atau jaringan berbasis ruang lainnya. Menurut Inmarsat, operator satelit yang berbasis di London, Malaysia Airlines cukup membayar 10 poundsterling tiap penerbangan untuk mendapatkan versi terbaru sistem komunikasi satelit yang memungkinkan tim SAR mempersempit daerah pencarian di bagian selatan Samudera Hindia.

Andaikata pesawat MAS dengan nomor penerbangan MH370 itu berlangganan sistem itu, otoritas pengendali dan tim SAR akan menerima koordinat yang tepat dan beberapa data dasar lain dari penerbangan. Jadi, tidak hanya  sinyal ping yang akhirnya digunakan Inmarsat untuk menentukan jalur MH370 sejak hilang dari radar di Laut Cina Selatan.

Memang, akhir pekan lalu muncul berita menyenangkan bahwa kapal milik Cina dan Australia mendeteksi sinyal yang sesuai dengan yang ada pada suar Flight Data Recorder (FDR) di kotak hitam (black box).

Kapal Australia Ocean Shield yang membawa  alat dari Amerika bernama towed pinger locator mendengar sinyal yang dipancarkan kotak hitam selama dua jam pada Ahad lalu. Lokasinya sekitar 1.680 km sebelah barat laut Perth.

Sebelumnya, kapal Cina dikabarkan mendeteksi sinyal kotak hitam pada frekuensi 37,5 kHz, di daerah lain. Dari kedua temuan itu, para ahli mewanti-bahwa mungkin ada beberapa sumber berbeda dari sinyal tersebut, termasuk dari

ikan paus.

Selama ini, perangkat pendeteksi sinyal dianggap paling menjanjikan menemukan kotak hitam. Akan tetapi, baterai yang memancarkan sinyal di black box itu daya tahannya dirancang hanya untuk 30 hari.

Otoritas penerbangan Prancis pernah merekomendasikan agar perusahaan pembuat pesawat dan kotak hitam memperpanjang usia baterai hingga 90 hari. Langkah itu dilakukan setelah inisiden jatuhnya pesawat Air France di Samudra Atlantik pada Juni 2009.  Namun, rekomendasi itu baru akan diterapkan mulai 2018.

Tiga Inovasi Teknologi

Hilangnya pesawat MH370 menghidupkan kembali perdebatan  panas kala pesawat Air France dengan nomor penerbangan AF447 jatuh di Samudra Atlantik, Juni 2009.  Memang untuk mendorong perubahan memerlukan waktu dan hasil final tim investigasi kecelakaan. (Baca: Begini Aturan Baru Penerbangan Pasca-Tragedi MH370)

Setelah insiden Air France, sebuah lembaga PBB mulai menyoroti tiga reformasi teknologi pelacakan pesawat yang lebih baik. Memang, tidak semuanya bakal menjadi kewajiban atau mandatory dari segi hukum.

Pada aturan pertama, pesawat secara otomatis ter-update posisinya selama penerbangan.  Pada proposal kedua,  pesawat secara otomatis mengirimkan data tracking yang berguna ketika terjadi kecelakaan.  Aturan ketiga, adanya panggilan untuk kotak hitam yang keluar dari pesawat sesaat sebelum pesawat menabrak guna  menghindari risiko kehancuran.

Seorang pejabat pemerintah AS mengatakan kepada Reuters tentang pencarian internasional besar-besaran. Ada rasa frustrasi karena hingga saat ini belum ditemukan puing-puing pesawat. Kini, pertanyaan yang tersisa adalah apakah masalah teknis dengan pesawat bisa mendorong ke titik kritis. (Baca: Polisi Malaysia: Hilangnya MH370 Jadi Misteri)

"Saya pikir kali ini berbeda," kata pejabat yang tidak bersedia disebut namanya itu.  Menurut dia, banyak orang telah menyerukan hal ini selama bertahun-tahun. "Mungkin sekarang momentum yang tepat untuk mewujudkannya." Namun, beberapa kalangan di industri penerbangan masih skeptis, merujuk pada lambannya perubahan kebijakan setelah sejumlah insiden pernah terjadi.

THEIET.ORG | UNTUNG WIDYANTO

Terpopuler:

Anas 'Tabuh Genderang Perang' Lawan SBY

4 Spekulasi Jejak MH370 Tak Terpantau Radar TNI

Cara Jokowi Jelaskan Kasus Busway Karatan

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar