Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Tokyo
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Berbagai bisnis di daerah Tohoku, utara Jepang--terutama sekitar Fukushima--terlebih bisnis seks di tempat hiburan mengalami penurunan drastis setelah bencana alam 11 Maret 2011 dengan gempa bumi 9
skala Richter. Namun kini sudah pulih kembali dari pengamatan Tribunnews.com minggu lalu.
Daerah hiburan malam di Onahama sekitar 200 meter dari pantai Kota Iaki penuh dengan jejeran klub malam, tiga
tahun lalu hancur berantakan. Namun kini gemerlap itu muncul kembali.
"Banyak yang datang dari orang yang stres karena mengerjakan proyek tenaga nuklir Fukushima, mereka mencari
hiburan di Onahama," papar Takahashi seorang pegawai klub malam di Onahama kepada Tribunnews.com.
Acara relaksasi tersebut tentu saja termasuk pemanggilan wanita (deliheru) ke hotel atau masuk ke klub malam dan
berbagai tempat pelacuran lain di sana.
Gerakan ini juga mengundang banyak wanita bahkan dari Tokyo untuk berpindah ke Onahama. Termasuk pula mata
Yakuza--mafia Jepang--sudah kembali melirik daerah hiburan malam tersebut.
"Wanita seolah kekurangan sehingga kita panggil dari sekitar Tokyo. Tapi mereka pun tidak sedikit yang menolak
bukan karena uang atau apa pun, tetapi citra dampak radiasi di sini khususnya Fukushima masih kuat sehingga mereka
enggan ke sini, takut kena radiasi yang masih kuat," kata Takahashi.
Restoran atau tempat makanan juga semakin ramai di sana selain klub dan hiburan malam. Seiring keramaian itu, kejahatan juga mulai meningkat. Pada bulan September 2012, sepasang manusia sempat di "kompas" dimintai duit dengan mengancam pakai senjata tajam dan akhirnya mereka memberikan 30.000 yen kepada sang penjahat.
Akibat kasus tersebut, mata penduduk lokal kini menjadi sangat tajam dan curiga terhadap semua pendatang asing, terutama terhadap kalangan Yakuza yang memang sangat tidak diharapkan.
Menurut kepolisian perfektur Fukushima selama satu bulan Juni tahun lalu, ada 63 orang telah ditahan pihak polisi termasuk seorang pekerja pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang melakukan tindak kriminal.
"Sejak kejadian bencana alam, keamanan memang menjadi rapuh dan harus ditingkatkan kembali saat ini yang tampak kembali semakin ramai. Bahkan juga semakin banyak pendatang baru hilir mudik di sekitar kota Iwaki," ungkap seorang polisi di sana kepada Tribunnews.com.
Informasi lengkap mengenai Yakuza bisa dibaca di www.yakuza.in
Baca Juga:
Bisnis Prostitusi di Fukushima Kembali Marak Pasca Gempa Bumi
Penelope Cruz Jadi Aktris Spanyol Pertama Dalam Sejarah Film James Bond
Claudio Ranieri Yakin Perburuan Trofi Tetap Terbuka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar