Senin, 07 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Setelah Crimea, Donetsk Proklamirkan Kemerdekaan

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Build an Online Store

Over 80,000 ecommerce brands trust Shopify. Get started with a 14 day free trial.
From our sponsors
Setelah Crimea, Donetsk Proklamirkan Kemerdekaan
Apr 8th 2014, 01:58

TEMPO.CO, Kiev: Kelompok pendukung pro Rusia di kota Donetsk, di wilayah  timur Ukraina, memproklamirkan berdirinya Republik Rakyat, Senin, 07 April 2014. Mereka menduduki gedung pemerintahan dan menuntut referendum diadakan paling lambat 11 Mei mendatang.

Seorang diantara pendukung kemerdekaan Donetsk melalui Internet meminta  Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Donetsk."Tanpa dukungan Anda, tanpa dukungan Rusia, kami akan kesulitan mempertahankan diri kami dari junta Kiev," ujar pria yang tidak menjelaskan identitasnya. (Baca:Aksi Dukung Rusia Meluas di Ukraina)

Donetks merupakan kota industri dan sebagian besar penduduknya berbahasa Ukraina.

Presiden sementara Ukraina Oleksandr Turchyninov menuding aksi demo di wilayah timur negara itu sebagai upaya Rusia memecah belah Ukraina.  (Baca:Putin Ingin 'Hidupkan' Kembali Uni Soviet )

Seperti dilansir Reuters, Senin, 7 April 2014, Turchinov mengatakan aksi para separatis di wilayah timur Ukraina merupakan tahap kedua operasi khusus Rusia untuk menimbulkan ketidakstabilan di Ukraina.

Untuk itu, ia mengingatkan, Ukraina akan melakukan langkah-langkah anti teroris dalam menghadapi setiap tindakan separatis. Dalam rapat kabinet, Perdana Menteri Ukraina, Arseniy Yatsenyuk menegaskan, Ukraina tidak akan membiarkan pasukan asing masuk ke negaranya.

Selain di Donetsk, kelompok-kelompok pro Rusia juga melakukan aksi demonstrasi dengan menduduki kantor-kantor pemerintahan di Luhanks dan Kharkiv sejak Sabtu, 5 April 2014. Polisi telah memblokir semua pintu masuk menuju kota Luhanks. (Baca: Etnis Muslim Tatar Bentuk Otonomi Khusus di Crimea)

Peristiwa ini terjadi setelah Crimea, bekas daerah otonomi khusus Ukraina, memerdekakan diri dari Ukraina dan bergabung dengan Federasi Rusia.

ALJAZEERA | REUTERS | MARIA RITA HASUGIAN

Topik terhangat:

MH370 | Kampanye 2014 | Jokowi | Prabowo | Lumpur Lapindo

Berita terpopuler lainnya:

Kiai Maman, Caleg Pembela Ahmadiyah 

Cara Atasi Gugup Bicara di Depan Umum 

Caleg Binny Bintarti Bersaing dengan Ibas SBY

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar