Senin, 14 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Tekanan Terhadap Minoritas Makin Meningkat

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Shop Tervis tumblers.

Create a one of a kind personalized gift. It's fun and easy to design!
From our sponsors
Tekanan Terhadap Minoritas Makin Meningkat
Apr 14th 2014, 22:42

TEMPO.CO , Jakarta - Michael Privot, Director of European Network Against Racism (ENAR) mengatakan, komunitas negara-negara Eropa belum mengakui kelompok minoritas. Bahkan, mereka tak bisa mendefinisikan arti minoritas itu sendiri. "Banyak kaum minoritas terbentuk karena adanya perbatasan atau perubahan wilayah. Ada juga minoritas terbentuk karena migrasi para pekerja," kata Michael dalam Seminar Fundamental Rights in the European Union: Lesson Learned for Indonesia, di kantor PBNU, Jakarta, Senin 14 April 2014.

Mengutip Laporan ENAR pada 2012 lalu, dia menjelaskan, adanya peningkatan diskriminasi, intoleransi, dan rasisme terhadap kelompok minoritas. Kelompok minoritas seperti muslim, yahudi, warga keturunan Afrika, dan para imigran meningkat dan menyebar di hampir seluruh negara Eropa.

Sementara, kata privot, kelompok minortas tidak tahu hak-haknya. Hampir 80 persen masyarakat minoritas dunia tidak sadar bahwa mereka memiliki hak untuk dilindungi dan bisa berlindung di bawah payung hukum hak asasi. (Baca : Lima Tantangan Ganjal Pencapaian MDGs ASEAN)

Hal ini, lanjutnya, menyebabkan semakin berperannya kelompok konservatif yang menyudutkan warga minoritas. "Ini berarti ke depannya kelompok konservatif melihat kelompok yang berbeda sebagai ancaman dan hanya sebagai obyek olokan," katanya.

Dia kemudian mencontohkan masih tingginya kasus diskriminasi dan rasisme terhadap kelompok minoritas di Eropa tidak hanya masalah agama tapi juga gender. Di Eropa, kesenjangan gaji yang diterima wanita dan pria mencapai 12 persen. "Kalau melamar kerja di perusahaan Eropa, nama yang terdengar asing berakibat peluang untuk dipanggil pada tahap wawancara hanya sepertiga," ujarnya.

Marwan Muhammad, Collective Against Islamophobia in France membenarkan tingginya kasus rasisme di negara-negara Eropa. Tapi, menurut dia kasus rasisme dan diskriminasi paling sering terjadi di Prancis, terutama terhadap kelompok muslim.

"Di Prancis, fobia terhadap Islam sangat luar biasa. Pria berjenggot saja dianggap teroris dan mengancam keamanan," kata dia. Sepanjang 2013, Collective Against Islamophobia in France mencatat lebih dari 700 kasus-kasus diskriminasi dan intoleransi terhadap kelompok muslim.

Kelompok penganut Islam di Prancis, lanjutnya, dianggap sebagai masalah serius. Karena itulah, perlu ada langkah-langkah perlindungan nyata terhadap kelompok minoritas dari pemerintah di negara yang masih rasisme. Perlindungan tersebut bisa berupa paayung hukum, pendekatan artistik, hingga pendekatan sosial.

ROSALINA

Berita Terpopuler

Aher: PKS Tawarkan Koalisi Sepaket dengan Cawapres

Konvensi Demokrat Sudah Antiklimaks

Ujian Nasional, Siswa ke Toilet Dikawal Polisi

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar