Sabtu, 12 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: AS Blokir Akses Fisikawan Rusia  

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Compare Hotels

Find great prices for amazing hotels wherever your next destination may be. It's simple to search 100+ sites at once!
From our sponsors
AS Blokir Akses Fisikawan Rusia  
Apr 12th 2014, 12:01

TEMPO.CO, Moscow - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Rusia semakin menguat. Kementerian Pendidikan Rusia mendapat kabar bahwa fisikawan Rusia diblokir akses masuknya  ke pusat penelitian di negeri Abang Sam. "Kementerian kami belum mendapat informasi resmi apapun," ujar seorang juru bicara kementerian seperti yang dilansir oleh RIA Novosti, kemarin.

Karena itu, kata juru bicara tersebut, Kementerian Pendidikan Rusia akan menarik diri untuk sementara waktu dari Amerika Serikat hingga mendapatkan pernyataan resmi. Pemerintah Rusia pun akan segera mengirim surat resmi untuk meminta penjelasan. (Baca:Bubarkan Uni Soviet, Gorbachev Bakal Diusut  )

Surat kabar Rusia Kommersant melaporkan bahwa Departemen Energi Amerika Serikat melarang para ilmuwannya untuk bepergian ke Rusia. Mereka juga memblokir akses penelitian kepada fisikawan Rusia yang sedang melakukan penelitian bersama Laboratorium Nasional Brookhaven di New York.

"Kerjasama ilmiah internasional selalu saling menguntungkan dan kedua sanksi unilateral ini akan berdampak negatif pada kelompok penelitian di Amerika Serikat," kata juru bicara itu. Jika tak ada konfirmasi resmi dari  Amerika, kata dia, akan membahayakan proyek ilmiah antara kedua negara yang sudah disetujui oleh US National Science Foundation . (Baca:Rusia Gunakan Pasokan Gas untuk Ancam Ukraina  )

Ketua Komite Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Rusia, Valery Chereshnev, mengatakan larangan dari Amerika tersebut tak berarti. "Ini adalah respon yang tak berdasar," kata Chereshnev kepada RIA Novosti. Menurut dia, larangan tersebut bersifat sangat politis.

Cheresnev mengatakan bahwa pusat penelitian ilmu pengetahuan saat ini sudah tersebar di berbagai negara. "Ilmu pengetahuan didasarkan pada keterbukaan, bukan pembatasan," ujarnya. (Baca:Putin Ingin 'Hidupkan' Kembali Uni Soviet  )

AMRI MAHBUB | RIA NOVOSTI

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar