Minggu, 13 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Referendum Ilegal, Basque Ingin Lepas dari Spanyol  

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Free Bestselling eBooks

Free national bestsellers for your eReader - Fiction, Nonfiction & more! Join 1.5 million book lovers now. Sign-up in under 10 seconds to get the free daily email.
From our sponsors
Referendum Ilegal, Basque Ingin Lepas dari Spanyol  
Apr 14th 2014, 04:53

TEMPO.CONavarre - Sekitar 2.500 penduduk Etxarri Aranatz, Provinsi Navarre, melakukan referendum tak resmi pada Ahad, 13 April 2014. Tujuannya adalah melepaskan diri dari Spanyol dan mendirikan negara Basque.

Berada di sebelah utara Spanyol, negara Basque terdiri atas Alava, Biscay, dan Gipuzkoa. Pada hari referendum, masyarakat Navarre memperdengarkan lagu-lagu tradisi Basque. "Dukungan untuk kemerdekaan Basque sangat kuat di Navarre," tulis RT.com.

Tidak hanya Basque yang menuntut pemerintahan otonomi ke Spanyol. Penduduk Catalonia pun menginginkan hal yang sama. Bahkan, menurut Anna Arque, juru bicara Catalonia di Kemitraan Eropa untuk Kemerdekaan (EPI), referendum itu tidak hanya penting bagi masyarakat Basque. "Tetapi juga untuk Catalan dan semua bangsa di Eropa yang tengah dalam prises menentukan nasib sendiri," ujar Arque.

Kota Extarri Aranatz berada di jantung Navarre, 40 kilometer dari Pamplona. Mayoritas penduduk Extarri Aranatz menganggap dirinya berkebangsaan Basque dan berbicara dalam bahasa Basque. Di lain pihak, penduduk Catalonia menggunakan tuturnya sendiri.

Selasa pekan lalu, pemerintah Spanyol menolak proposal kemerdekaan Catalonia. Kongres Spanyol sempat memperdebatkan mosi kemungkinan perpisahan Catalonia. Namun, hanya 47 suara yang mendukung, sedangkan 299 lainnya menolak.

Presiden Catalonia Artur Mas berjani akan menggelar referendum pada 9 November 2014 bila Spanyol tetap menolak keinginan mereka. Namun menurut Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, pemungutan suara itu akan tetap dianggap ilegal. "Karena konstitusi Spanyol hanya mengizinkan pemerintah pusat yang melakukan referendum kedaulatan, bukan pemerintah daerah," ujar Rajoy.

RT | PRESSTV | CORNILA DESYANA

Teropuler:

Tim Pencari MH370 Mulai Menyerah

William-Kate Middleton Isyaratkan Ingin Punya Anak Lagi

Penjualan Tank Jerman ke Arab Saudi Mungkin Batal

Iran Batalkan Hukuman Mati 'Mata-mata' CIA 

Penembakan di Kawasan Yahudi, Tiga Orang Tewas

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar