TEMPO.CO, Tokyo – Ratusan ton air yang mengandung senyawa radioaktif diduga telah salah dibuang di sebuah gedung. Dilaporkan Xinhua, pada Senin 14 April 2014 kemarin, Tokyo Electric Power Co (TEPCO) mengatakan, sekitar 203 ton air yang disimpan di pembangkit listrik tenaga nuklir yang kini tengah lumpuh, Fukushima Daiichi telah salah dibuang.
Namun, sumber tersebut tidak menyebutkan secara rinci ke mana air dengan kontaminasi radioaktif itu dibuang. Hanya saja, tingkat pencemaran radionuklida begitu tinggi.
Menurut Tepco, tingkat akumulasi Cesium, salah satu bahan radioaktif, mencapai 37 juta becquerels per liter, sedangkan batas aman berdiri pada 25 becquerels atau lebih rendah. (Baca: Atasi Krisis Fukushima, Jepang Bangun Dinding Es)
Meski demikian, Tepco meyakinkan bahwa pencemaran ini hanya akan terakumulasi di dalam gedung saja dan tidak mungkin bocor sebab tingkat radiasi dari air tanah di dekat bangunan itu tidak berubah.
Pabrik nuklir Fukushima Daiichi rusak akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011 lalu. Akibatnya, Jepang menghadapi beberapa masalah, termasuk kebocoran dan pemadaman listrik sejak bencana itu terjadi.
ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA
Terpopuler
Amerika Tuduh Rusia Gelar Kekerasan di Ukraina
Belanja Militer Arab Saudi Membengkak
Dua Putra Qhadafi Maju ke Meja Hijau
Tidak ada komentar:
Posting Komentar