Senin, 14 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Oposisi India Tak Akan Ubah Kebijakan Soal Nuklir  

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Don't wait in line!

Buy your movie tickets online. Find reviews, trailers, and more at Fandango.
From our sponsors
Oposisi India Tak Akan Ubah Kebijakan Soal Nuklir  
Apr 14th 2014, 09:50

TEMPO.CO, New Delhi - Kepala partai oposisi India, Bharatiya Janata Party (BJP), yang diperkirakan akan memenangi pemilu nasional yang sedang saat ini berlangsung, telah mengesampingkan perubahan negara ini soal senjata nuklir.

BJP memicu spekulasi soal nuklirnya ketika manifestonya mengatakan bahwa partai akan "merevisi dan memperbarui" kebijakan India.

"Kebijakan 'bukan negara pertama yang akan menggunakan' senjata nuklir sudah dipikirkan dengan baik... Kami tidak bermaksud untuk mengubahnya," kata Presiden BJP Rajnath Singh kepada surat kabar Hindustan Times dalam sebuah wawancara yang diterbitkan Senin, 14 April 2014.

Kebijakan nuklir India itu diambil setelah serangkaian uji coba nuklir pada tahun 1998 selama pemerintah terakhir koalisi yang dipimpin BJP memicu kecaman internasional dan embargo oleh negara-negara Barat.

Kebijakan ini dimaksudkan agar India mendapatkan pengakuan lebih banyak sebagai kekuatan nuklir. Meskipun negara ini tidak menjadi penanda tangan Perjanjian Nonproliferasi Nuklir PBB tahun 1970 yang bertujuan mencegah penyebaran senjata nuklir.

Cina adalah negara pertama yang mengadopsi kebijakan "tak akan menjadi negara pertama yang akan menggunakan" nuklir, tahun 1964. Namun, rival utama dan tetangga terdekat Pakistan, India, tidak menganut kebijakan yang sama. India dan Pakistan setidaknya terlibat dalam tiga kali perang.

BJP diprediksi akan meraih kemenangan dalam pemilu yang dimulai pada 7 April dan berakhir 16 Mei mendatang. Ia diprediksi akan mengalahkan partai yang berkuasa, Kongres.

CHANNEL NEWS ASIA | ABDUL MANAN

Berita Lainnya

Survei: Malaysia Sembunyikan Informasi MH370

Penjualan Tank Jerman ke Arab Saudi Mungkin Batal

Iran Batalkan Hukuman Mati 'Mata-mata' CIA  

Tersangka Pembunuh 2 TNI AL di Thailand Berkurang 

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar