Selasa, 15 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Ketika Dewi Soekarno Mengkritik Mantan Gubernur Tokyo

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Compare Hotels

Find great prices for amazing hotels wherever your next destination may be. It's simple to search 100+ sites at once!
From our sponsors
Ketika Dewi Soekarno Mengkritik Mantan Gubernur Tokyo
Apr 16th 2014, 02:25

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Tokyo

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kasus pinjaman uang 50 juta yen oleh mantan Gubernur TOkyo Naoki Inose dari kelompok rumah sakit besar Jepang Tokushukai, yang berakhir dengan pengunduran diri Inose awal tahun ini, masih hangat dibicarakan di Jepang. Bahkan juga oleh majalah mingguan Spa edisi 16 April 2014, dengan memunculkan pembicara Ratna Sari Dewi Soekarno (73), biasa dipanggil Dewi Fujin (nama asli Naoko Nemoto).

"Inose sebenarnya korban dari ketidakadilan, permainan politik sana-sini," papar Dewi.

Dari sudut pandang kepatuhan, diakuinya memang tidak benar kelakuan meminjam uang tersebut. Tapi kredibilitas bos grup Tokushukai, Tokuda Torao, juga dipertanyakan Dewi dengan meminjamkan uang dengan jumlah besar tersebut.

"Uang Tokushukai telah bertaburan ke banyak anggota parlemen Jepang, dan dalam arti bahwa  spekulasi kepentingan lapisan ini telah terjalin, dan Inose telah menjadi kambing hitam permainan yang tidak adil. Namun apakah saya harus mengatakan sebagai kelalaian yang anggun dari awal?" kata Dewi.

Dewi juga banyak mengecam pemberitaan media Jepang.

"Untuk melaporkan misi kebenaran merupakan tugas pertama media. Tetapi media Jepang hanya satu pihak," ungkapnya.

Dewi juga menyayangkan pengunduran diri Inose. "Hamba manusia yang melakukan kesalahan, tetapi kabarnya berlari ke serangan pribadi dia, yang berarti akan mengurangi citra kepribadiannya. Hal ini yang membawa ke perasaan jelas sangat tidak menyenangkan untuk kita tonton sebagai masyarakat," kata Dewi.

Demi mengakui kini setiap peristiwa akan cepat ditanggapi setiap manusia, terutama setelah ada blog dan twitter.

"Sekarang ada blog dan twitter segera bisa membalas menanggapi sesuatu. Tapi dulu sampai kini sekitar 40 tahun saya banyak difitnah orang dan saya berusaha menahan diri. Kelakuan fitnah ini juga tidak berubah manusia saat ini," papar Dewi.

Baca Juga:

Ketika Dewi Soekarno Mengkritik Mantan Gubernur Tokyo

Demokrat Bisa Ajukan Capres Jika Berkoalisi dengan Partai Menengah

IPW: Polisi Tutupi Kasus Dugaan Suap Dirlantas Polda Metro

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar