TEMPO.CO, Lugansk - Lebih dari 50 orang yang menjadi sandera para militan pro-Rusia telah dibebaskan. Pihak berwenang Ukraina mengatakan, militan pro-Rusia yang menyandera puluhan orang tersebut menguasai beberapa gedung-gedung pemerintahan di wilayah timur Ukraina.
Dinas Keamanan Negara Ukraina (SBU) menyatakan, pada Selasa 8 April 2014, para separatis telah merebut kantor pusat regional di kota Lugansk dan "menyandera" sekitar 60 orang.
Seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu, 9 April 2014, SBU telah berhasil membebaskan 56 orang sandera setelah melalui dua kali putaran negosiasi. Namun, pihak berwenang tidak menyebutkan masih ada berapa orang lagi yang diduga masih tertahan di dalam barikade kepungan para separatis. "Tidak ada yang terluka. Untuk meminimalkan resiko dan menjamin keselamatan warga, proses negosiasi masih terus berjalan," bunyi pernyataan resmi SBU.
Negosiasi dipimpin oleh beberapa anggota parlemen dari parlemen Ukraina, namun tanpa menyebut partai mana saja yang mewakili proses negosiasi. Pihak SBU menyatakan bahwa kelompok separatis di kota Lugansk telah merebut gedung SBU dan menyandera 60 orang. Mereka juga menanam bahan-bahan peledak setelah menguasai gedung, pada Ahad lalu. "Mereka bersenjata dan berbahan peledak. Para separatis menahan 60 orang, tidak membiarkan mereka meninggalkan gedung itu dan pulang ke rumah mereka," kata SBU.
SBU tidak menjelaskan mengapa membuat pengumuman tersebut dua hari setelah aksi penyerbuan. Pada hari yang sama, para militan pro-Rusia juga mengambil alih gedung administrasi utama di kota-kota wilayah timur yaitu Kharkiv dan Donetsk. Namun pada Selasa pagi kemarin, kota Kharkiv berhasil direbut kembali oleh pihak kepolisian Ukraina.
Sementara kota Dontesk tetap berada di bawah kendali para separatis pro-Rusia yang kemudian menyatakan pembentukan sebuah "republik rakyat" yang berdaulat dan menyerukan kepada pihak Kremlin (Rusia) untuk mengirimkan pasukannya.
CHANNEL NEWS ASIA | ROSALINA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar