Senin, 21 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Presiden Korea Selatan Kecam Kapten Feri Sewol

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Shop Best Buy

Find this week's deals in computers, cameras, phones, and more! Choose store pick up or other shipment options.
From our sponsors
Presiden Korea Selatan Kecam Kapten Feri Sewol
Apr 21st 2014, 07:34

TEMPO.CO, Seoul - Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye mengecam sikap dan perilaku kapten beserta awak feri Sewol terkait dengan kecelakaan yang menimpa 476 penumpang. Menurutnya, sikap tersebut sama dengan melakukan pembunuhan.

Kapten dan beberapa awak feri Sewol dikabarkan melarikan diri saat angkutan laut yang berada dalam kendalinya itu mulai miring ke dalam laut. (Baca:Feri Tenggelam di Korsel, Korban Tewas 64 Orang)

Feri Sewol tersungkur di kedalaman 27 dasar laut pada Rabu, 16 April 2014, saat melakukan perjalanan bersama dengan ratusan murid sekolah yang sedang berlibur. Armada laut itu berlayar dari Icheon menuju Pulau Jeju di sebelah selatan Korsel.

Saat ini kapten feri, Lee Joon-Seok, sejak Sabtu, 19 April 2014, ditahan petugas keamanan bersama dengan seorang nahkoda dan perwira kapal untuk dimintai pertanggungjawaban. (Baca:Pesan Siswa Korban Feri Tenggelam di Korsel)

Menurut koresponden Al Jazeera, Adrian Brown, yang melaporkan peristiwa tenggelamnya feri Sewol dari Pulau Jindo, di sebelah barat daya Korsel, petugas juga menahan empat awak kapal pada Senin, 21 April 2014.

"Sikap kapten dan beberapa awak kapal tidak bisa dimengerti, tak bisa diterima, dan sama saja dengan melakukan pembunuhan," kata Presiden Park Geun-hye sebagaimana dikutip sejumlah media usai melakukan pertemuan dengan para pembantu seniornya, Senin, 21 April 2014. (Baca:Tenggelamnya Feri Korsel, Ini Kata Sang Kapten )

Park mengatakan, dalam keadaan bahaya seperti itu, Lee (kapten kapal) semestinya tidak menunda evakuasi penumpang dari Sewol saat feri tersebut mulai tenggelam, bahkan dia melarikan diri.

"Ini benar-benar tak bisa dibayangkan," ucap Park seraya menambahkan, semua pihak yang terlibat dalam bencana tenggelamnya feri Sewol termasuk pemilik, inspektur keselamatan, hingga anak buah kapal akan diperiksa secara mendalam. "Mereka akan diminta pertanggungjawaban atas tragedi kejahatan ini."

Park pada Kamis, 17 April 2014, dicaci maki ketika dia bertemu dengan ratusan  keluarga korban penumpang feri Sewol yang hampir seluruhnya murid sekolah.

Para keluarga korban mengkritik petugas dalam menangani bencana ini. Menurut mereka upaya pemerintah tidak maksimal dan salah urus. Dari 476 penumpang, 64 dinyatakan meninggal sedangkan 238 lainnya hilang. (Baca:Penumpang Feri Korsel Dievakuasi 30 Menit Kemudian)

AL JAZEERA | CHOIRUL

Terpopuler:

Wali Kota Risma Arak Socrates Award Keliling Kota 

Dukungan Pencopotan Suryadharma Meluas di Daerah

4 Poin Deklarasi Anti-Syiah di Bandung  

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar