TEMPO.CO, Seoul - Presiden Korea Selatan, Park Geun-hye mengecam sikap dan perilaku kapten beserta awak feri Sewol terkait dengan kecelakaan yang menimpa 476 penumpang. Menurutnya, sikap tersebut sama dengan melakukan pembunuhan.
Kapten dan beberapa awak feri Sewol dikabarkan melarikan diri saat angkutan laut yang berada dalam kendalinya itu mulai miring ke dalam laut. (Baca:Feri Tenggelam di Korsel, Korban Tewas 64 Orang)
Feri Sewol tersungkur di kedalaman 27 dasar laut pada Rabu, 16 April 2014, saat melakukan perjalanan bersama dengan ratusan murid sekolah yang sedang berlibur. Armada laut itu berlayar dari Icheon menuju Pulau Jeju di sebelah selatan Korsel.
Saat ini kapten feri, Lee Joon-Seok, sejak Sabtu, 19 April 2014, ditahan petugas keamanan bersama dengan seorang nahkoda dan perwira kapal untuk dimintai pertanggungjawaban. (Baca:Pesan Siswa Korban Feri Tenggelam di Korsel)
Menurut koresponden Al Jazeera, Adrian Brown, yang melaporkan peristiwa tenggelamnya feri Sewol dari Pulau Jindo, di sebelah barat daya Korsel, petugas juga menahan empat awak kapal pada Senin, 21 April 2014.
"Sikap kapten dan beberapa awak kapal tidak bisa dimengerti, tak bisa diterima, dan sama saja dengan melakukan pembunuhan," kata Presiden Park Geun-hye sebagaimana dikutip sejumlah media usai melakukan pertemuan dengan para pembantu seniornya, Senin, 21 April 2014. (Baca:Tenggelamnya Feri Korsel, Ini Kata Sang Kapten )
Park mengatakan, dalam keadaan bahaya seperti itu, Lee (kapten kapal) semestinya tidak menunda evakuasi penumpang dari Sewol saat feri tersebut mulai tenggelam, bahkan dia melarikan diri.
"Ini benar-benar tak bisa dibayangkan," ucap Park seraya menambahkan, semua pihak yang terlibat dalam bencana tenggelamnya feri Sewol termasuk pemilik, inspektur keselamatan, hingga anak buah kapal akan diperiksa secara mendalam. "Mereka akan diminta pertanggungjawaban atas tragedi kejahatan ini."
Park pada Kamis, 17 April 2014, dicaci maki ketika dia bertemu dengan ratusan keluarga korban penumpang feri Sewol yang hampir seluruhnya murid sekolah.
Para keluarga korban mengkritik petugas dalam menangani bencana ini. Menurut mereka upaya pemerintah tidak maksimal dan salah urus. Dari 476 penumpang, 64 dinyatakan meninggal sedangkan 238 lainnya hilang. (Baca:Penumpang Feri Korsel Dievakuasi 30 Menit Kemudian)
AL JAZEERA | CHOIRUL
Terpopuler:
Wali Kota Risma Arak Socrates Award Keliling Kota
Dukungan Pencopotan Suryadharma Meluas di Daerah
4 Poin Deklarasi Anti-Syiah di Bandung
Tidak ada komentar:
Posting Komentar