Selasa, 08 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: NATO Desak Rusia Tak Intervensi Situasi Ukraina

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Shop Adidas

Run better, look better, feel better with running gear favorites at Adidas. Find select styles up to 40% off today.
From our sponsors
NATO Desak Rusia Tak Intervensi Situasi Ukraina
Apr 8th 2014, 12:26

TEMPO.CO, Paris - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mendesak Rusia untuk tidak melakukan intervensi atas aksi para demonstran merebut gedung-gedung pemerintahan Ukraina. Sekretaris Umum NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan bahwa jika intervensi Rusia terus berlanjut di Ukraina maka sama saja seperti melakukan sebuah "kesalahan sejarah". Karena itu, NATO meminta Rusia untuk "mundur" setelah para pro-Kremlin merebut gedung-gedung pemerintahan di beberapa kota wilayah timur Ukraina.

"Saya mendesak Rusia untuk mundur dan tidak semakin meningkatkan ketegangan situasi di Ukraina timur," kata Rasmussen dalam sebuah seminar bertajuk "Transformasi NATO", di Paris, Selasa, 8 April 2014.

Dia juga meminta Rusia untuk tidak campur tangan lebih lanjut dalam situasi di Ukraina jika tidak ingin membuat catatan kesalahan bersejarah. "Ini akan memiliki konsekuensi serius bagi hubungan kita (NATO) dengan Rusia dan selanjutnya akan berdampak pada mengisolasi Rusia dari dunia internasional."

Pada Ahad lalu, demonstran pro-Rusia merebut gedung-gedung pemerintahan di tiga kota wilayah timur Ukraina yaitu Kharkiv, Luhansk, dan Donetsk. Mereka menuntut referendum seperti Crimea yang dianeksasi oleh Rusia.

Rasmussen mengatakan terlalu dini bicara respon tentang militer Rusia yang bisa saja bergerak ke wilayah timur Ukraina, namun NATO mendesak Moskow untuk menarik kembali "puluhan ribu tentara" yang telah bersiaga di perbatasan Ukraina.

"Kami memiliki rencana-rencana untuk memastikan pertahanan dan perlindungan sekutu kami berlangsung efektif," katanya. Dia menambahkan, "sudah jelas bahwa situasi keamanan yang berkembang di Ukraina dan sepanjang perbatasannya membuat kami perlu meninjau rencana pertahanan dan melihat bagaimana kami bisa memperkuat pertahanan kolektif."

Dia menyatakan, saat ini NATO sedang meninjau ilang perjanjian kerjasama dengan Rusia pada 1997 dan deklarasi yang ditandatangani oleh para pemimpin Rusia dan NATO di Roma tahun 2002. Menteri luar negeri masing-masing anggota NATO akan memutuskan hasil tinjauan ulang tersebut pada Juni mendatang.

THE STRAITS TIMES | REUTERS | ROSALINA

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar