Selasa, 08 April 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Kondom Bakal Gratis di Filipina

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Shop Tervis tumblers.

Create a one of a kind personalized gift. It's fun and easy to design!
From our sponsors
Kondom Bakal Gratis di Filipina
Apr 9th 2014, 03:24

TEMPO.CO , Manila - Untuk pertama kalinya jutaan warga miskin di Filipina akan mendapat alat kontrasepsi gratis, setelah pengadilan tertinggi menyetujui undang-undang Kesehatan Reproduksi yang kontroversial pada Selasa, 8 April 2014. "Undang-Undang Kesehatan Reproduksi ini secara hukum tidak inkonstitusional," kata juru bicara Mahkamah Agung Theodore Te kepada wartawan saat mengumumkan keputusan itu.

Keputusan tersebut berbuah petisi melawan hukum kesehatan reproduksi yang didukung kelompok gereja. Gereja Katolik memang telah lama menolak undang-undang tersebut karena mengalahkan produk hukum reproduksi dari pihak gereja yang sudah berlaku lebih dari 15 tahun.

Dengan disahkannya undang-undang tersebut, pusat-pusat layanan kesehatan pemerintah wajib membagikan kondom dan pil kontrasepsi gratis, serta mewajibkan pendidikan seks diajarkan di sekolah-sekolah. Selain itu, pekerja kesehatan akan menerima pelatihan tentang keluarga berencana dan perawatan medis setelah aborsi juga dilegalkan.

Putusan Mahkamah Agung dielu-elukan oleh pendukungnya sebagai kemenangan dalam pertempuran untuk memerangi kemiskinan, memberdayakan perempuan, dan mengurangi ledakan penduduk di negara berpenduduk 100 juta orang itu.

Pegiat hak asasi perempuan di Filipina dan para pendukung keputusan menyatakan, ketetapan hukum akan menjadi alat yang ampuh untuk mengerem tingkat kesuburan warga Filipina yang merupakan salah satu tertinggi di Asia. Tingkat kelahiran yang tinggi ini memberi kontribusi tinggi terhadap kemiskinan.

Isu kesehatan reproduksi ini menjadi kontroversial di Filipina karena hampir 80 persen penduduknya adalah penganut Katolik, warisan pemerintahan kolonial Spanyol. Selama ini Filipina adalah satu-satunya negara yang menetapkan perceraian adalah tindakan ilegal, dan aborsi dilarang keras.

"Keputusan monumental ini kembali menegakkan pemisahan antara gereja dengan urusan negara. Dan kembali menegaskan supremasi pemerintah dalam berbagai masalah sekuler seperti kesehatan dan perkembangan sosial ekonomi," kata seorang legislator, Edcel Lagman, yang mengomentari keputusan pengadilan itu.

GULF NEWS | ROSALINA

Terpopuler

Kelebihan Pesawat Nirawak Super Drone Buatan TNI AD

Sebulan Mencari MH370, Berapa Ongkosnya?

Novel 'Doctor Zhivago' dan Propaganda CIA  

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar