TEMPO.CO, Islamabad - Sebuah bom meledak di kereta api di Provinsi Baluchistan, Pakistan. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 112 orang.
Menurut petugas keamanan Pakistan, bom tersebut diikat di gerbong kereta api khusus laki-laki Jaffer Express di Kota Sibi, berjarak 160 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Quetta. "Kami menemukan 11 mayat di dalam kereta api. Mereka hangus terbakar menjadi arang," kata pejabat senior kepolisian, Mohammad Nazar. Dia mengungkapkan, salah seorang penumpang yang cedera meninggal dalam perawatan di rumah sakit.
Ledakan bom kereta api juga mengakibatkan 40 orang lainnya luka-luka. Nazar menerangkan, dua gerbong kereta api terbakar api setelah dihantam ledakan namun petugas berhasil memadamkannya. "Seluruh korban luka dilarikan ke rumah sakit militer di kota yang sama," kata Nazar.
Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa mematikan itu, tetapi aksi tersebut bersamaan dengan pernyataan pasukan paramiliter bahwa mereka melancarkan operasi di provinsi yang dilanda kekerasan dan menyebabkan sekitar 40 anggota tentara tewas.
Baluchistan, provinsi kaya sumber mineral alam telah menjadi ajang konflik bagi kelompok separatis. Adapun kelompok nasionalis berusaha menghentikan eksploitasi sumber alam karena diduga telah terjadi pelanggaran hak asasi manusia di sana.
AL JAZEERA | CHOIRUL
Terkait:
Bom
Bunuh Diri Meledak di
Pakistan, 8 Tewas
Bom Hancurkan Gedung Pengadilan di Islamabad
Terpopuler:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar