Jumat, 10 Januari 2014

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News: Poster Gambar Neraka dan Penyiksaan dari Fuji TV Bikin Marah Warga Jepang

Berita Internasional - Yahoo Indonesia News
Dapatkan berita Internasional terkini dari Yahoo News Indonesia. Temukan berita Internasional terbaru, termasuk analisis dan opini tentang berita Internasional populer.The latest international news headlines from Yahoo Indonesia News // via fulltextrssfeed.com 
Host Unlimited Domains

Unlimited Domains, Unlimited Disk Space and Unlimited Transfer For One Low Price.
From our sponsors
Poster Gambar Neraka dan Penyiksaan dari Fuji TV Bikin Marah Warga Jepang
Jan 10th 2014, 18:38

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo, dari Tokyo, Jepang

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah televisi nasional Jepang Fuji TV sejak awal tahun baru telah memasang poster raksasa untuk mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014 kepada masyarakat Jepang di sebuah tempat umum di dekat stasiun kereta api bawah tanah Omotesando, Tokyo, daerah yang banyak dikunjungi anak muda Jepang dan daerah fashion anak muda di Tokyo. Namun 7 Januari kemarin telah dicabut dan menjadi polos saat ini tempat poster tersebut.

Menjadi perhatian dan membuat marah orang Jepang saat ini bukanlah soal ucapan Selamat Tahun Baru tersebut tetapi gambar raksasa itu sangat tidak bisa diterima.

Dari pengamatan Tribunnews.com atas poster tersebut, di saat tahun baru seharusnya bergembira, poster malah bergambar seolah api neraka dan pengadilan  serta penghukuman di neraka. Hal ini jelas sangat tidak etis dan membuat banyak orang gerah melihatnya, "Mengapa bukan gambar surga dan keindahannya, eh malah gambar neraka yang disajikan di situ," ungkap seorang pejalan kaki warga Jepang di sana sambil melihat gambar poster tersebut di awal tahun baru lalu.

Hal kedua, ini yang semakin membuat orang Jepang marah. Di bagian atas tengah tampak seorang dewa besar seperti dewa utama yang menghakimi manusia, diapit oleh dua orang Korea jelas sekali dari pakaian tradisional Korea yang dipakai dan digambar di sana.

Lalu orang Jepang merasa yang dihukum dan dibakar di neraka itu adalah orang Jepang. Satu penghukuman dan penyiksaan orang Korea kepada orang Jepang. Demikianlah pikiran orang Jepang saat ini terhadap poster tersebut yang menyebar luas di dunia maya internet ke berbagai pembicaraan blog, chatting, twitter, facebook dan sebagainya.

Itulah sebabnya 7 Januari lalu poster dicabut segera oleh Fuji TV. Namun pemasangan poster sudah difoto banyak orang dan sudah menyebar dan menjadi berita di mana pun di internet ini tak bisa lagi dicabut oleh siapa pun dengan berbagai komentarnya.

Fuji TV di masa lalu banyak menyiarkan berita yang seolah pro-Korea, menyiarkan hiburan K-Pop, drama Korea dan segalanya yang terkait Korea, termasuk makanan Korea. Hal inilah yang membuat banyak orang merasa televisi tersebut benar-benar pro-Korea dan bukan televisi Jepang lagi untuk masyarakat Jepang.

Sampai saat ini, Jumat (10/1/2014) tidak ada komentar atau tanggapan resmi apa pun dari pihak Fuji TV mengenai pemasangan poster tersebut yang sangat menyakiti hati warga Jepang sendiri dengan pemunculan gambar orang Korea di kanan kiri Dewa Neraka tersebut.

Ketegangan memang masih terjadi antara Jepang dan Korea terutama mengenai pulau Takeshima yang dianggap sebagai milik Jepang tetapi oeleh Jepng kini telah diduduki Korea terlihat dari adanya tentara Korea di pulau tersebut.

Bagaimana mau akur, bagaimana mau berdamai kalau di tingkat masyarakat Jepang pun saat ini sudah muncul poster yang menyakit hati orang Jepang sendiri? Padahal mayoritas kepemilikan saham Fuji TV dipegang orang Jepang sendiri. Atau mungkin pemilik saham mayoritas itu keturunan Korea yang telah menjadi warga Jepang ya?

Baca Juga:

Anggota Polisi di Bogor Tewas Ditembak Saat Makan

Kepala Anas Dikepruk Telur oleh Orang Tak Dikenal di KPK

Warga Bandung Takbir saat Dilanda Hujan Es dan Angin Kencang

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions

Tidak ada komentar:

Posting Komentar