TEMPO.CO, Beijing - Kepala Biro Keamanan Nasional Taiwan Tsai De-sheng mengatakan dirinya pekan lalu menerima peringatan tentang kemungkinan terjadinya aksi teroris di Cina. Tsai menjelaskan peringatan itu kepada komite legislatif Taiwan Senin, 10 Maret 2014.
Peringatan akan terjadinya aksi teror, menurut Tsai, sudah diteruskan kepada otoritas bandara Beijing, Cina, dan otoritas sistem perkeretaapian Beijing di negara itu.
Tsai menerima peringatan itu pada 4 Maret 2014, tepatnya tiga hari setelah serangan kepada warga sipil di stasiun kereta api di Kunming, Cina. Penyerangan menggunakan pisau itu mengakibatkan 29 warga sipil tewas. Tsai tidak menjelaskan bagaimana isi peringatan itu. (Baca: Brigadir Martir Cina Klaim Bertanggung Jawab)
Pimpinan keamanan Cina diyakini telah menerima pesan bernada peringatan itu dari maskapai penerbangan Cina, China Airlines, menyusul maskapai itu menerima telepon dari seorang pria berbahasa Perancis yang memberi peringatan tentang kemungkinan terjadinya aksi teroris.
China Airlines, Senin, 10 Maret 2014, membenarkan pihaknya menerima telepon pada 4 Maret lalu. Peringatan itu kemudian diteruskan ke Otoritas Penerbangan Sipil Taiwan dan Polisi Penerbangan.
"China Airlines menerima telepon dari seseorang pada 4 Maret yang menyampaikan informasi intelijen mengenai aksi teror beberapa organisasi yang arahnya ke Cina daratan bahwa bandara Beijing akan menghadapi serangan dari teroris," kata pihak maskapai.
Hanya saja, belum ada indikasi peringatan atas ancaman aksi teroris itu terkait dengan hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH-370 pada Sabtu dinihari, 8 Maret 2014.
Sebelumnya, menurut juru bicara maskapai, China Airlines telah menyebarkan informasi mengenai pemberitahuan keamanan penerbangan kepada semua stafnya pada 3 Maret lalu. Maskapai itu mengingatkan tentang bahaya aksi teroris dan aksi militer terhadap maskapai itu. (Baca: 'Penumpang Gelap' Malaysia Airlines Berwajah Asia)
Pemberitahuan itu, ujar juru bicara maskapai, diumumkan sekitar 1 Maret atau setelah peristiwa Kunming. "Semua staf di daratan Cina mohon perhatikan keselamatan diri," begitu bunyi pemberitahuan itu. Menurut dia, peringatan teror seperti itu jarang disampaikan sekalipun situasi tegang, seperti yang terjadi pada saat Kongres Rakyat Nasional di Beijing.
SOUTH CHINA MORNING POST | MARIA RITA HASUGIAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar